<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5230586201763883359</id><updated>2011-11-14T04:55:40.520-08:00</updated><category term='fiber optic'/><category term='serat optik'/><category term='fiber optik'/><title type='text'>Fiber Optic Specialist | Fiber Optic Splicing | Fiber Optic Testing | Tunas Niagatama</title><subtitle type='html'>Kami adalah spesialis di bidang splicing dan testing kabel fiber optic.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tunasniagatama.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5230586201763883359/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunasniagatama.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tpvgPZrkH1I/TL6zyclhoKI/AAAAAAAAAdw/WDPLH0RwYrc/S220/me.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5230586201763883359.post-6005995094840926970</id><published>2010-01-12T18:20:00.000-08:00</published><updated>2010-04-26T16:09:18.977-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiber optik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serat optik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiber optic'/><title type='text'>Mengenal Fiber Optic</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tunasniagatama.blogspot.com/2010/01/mengenal-fiber-optic.html" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.maniz.co.cc/fiberoptic-125.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Media fiber optic, merupakan media yang memiliki banyak kelebihan, terutama dari segi performa dan ketahanannya menghantarkan data. Media ini tampaknya masih menjadi media yang terbaik saat ini dalam media komunikasi kabel. Kelebihannya adalah membuat komunikasi data menjadi lebih mudah dan cepat. Karena itulah, media ini menjadi pilihan banyak orang guna menghasilkan jalur komunikasi yang terbaik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Media ini tidak hanya mampu menghantar komunikasi antargedung, antarblok, antarkota, tetapi sudah sejak lama media ini dipercaya untuk menghubungkan antar benua dan pulau-pulau di dunia ini. Fiber optic juga dipercaya untuk menjadi media komunikasi inti (backbone) Internet di seluruh dunia, ini dikarenakan kualitas koneksinya, cara kerjanya, dan kekebalan informasi yang dibawa dalam media inilah yang membuatnya begitu dipercaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Karakteristik Teknologi Kabel Fiber Optic &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teknologi komunikasi fiber optic ternyata cukup banyak jenis dan karakteristiknya. Jenis dan karakteristik ini akhirnya membuat jenis-jenis konektor (fiber optic connector), jenis kabel (fiber optic cable), jenis perangkat yang bervariasi pula. Hal ini dikarenakan perbedaan karakteristik yang juga membuat perbedaan cara kerja dan fitur-fitur yang dihasilkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi komunikasi fiber optic menjadi terbagi-bagi menjadi beberapa jenis disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor struktural dari media pembawanya dan faktor properti dari sistem transmisinya. Kedua faktor inilah yang menyebabkan perbedaan kualitas dan harga pada komunikasi fiber optic secara garis besar.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Faktor struktural lebih banyak berkutat pada fisik dari media pembawanya, yaitu serat kaca. Fisik dari serat tersebut cukup berpengaruh untuk kelangsungan transmisi data. Sedangkan, faktor properti sistem transmisi akan lebih banyak berkutat mengenai bagaimana sinar-sinar data tersebut diperlakukan di dalam media pembawa. Modifikasi dari kedua faktor tersebut akan membuat teknologi fiber optik menjadi bervariasi produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan faktor struktur dan properti sistem transmisi yang sekarang banyak diimplementasikan, teknologi fiber optic terbagi atas dua kategori umum, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Single mode Fiber Optic&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Single mode fiber optic memiliki banyak arti dalam teknologi fiber optic. Dilihat dari faktor properti sistem transmisinya, single mode adalah sebuah sistem transmisi data berwujud cahaya yang didalamnya hanya terdapat satu buah indeks sinar tanpa terpantul yang merambat sepanjang media tersebut dibentang.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Satu buah sinar yang tidak terpantul di dalam media optik tersebut membuat teknologi fiber optic yang satu ini hanya sedikit mengalami gangguan dalam perjalanannya. Itu pun lebih banyak gangguan yang berasal dari luar maupun gangguan fisik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Single mode dilihat dari segi strukturalnya merupakan teknologi fiber optic yang bekerja menggunakan inti (core) serat fiber yang berukuran sangat kecil yang diameternya berkisar 8 sampai 10 mikrometer. Dengan ukuran core fiber yang sedemikian kecil, sinar yang mampu dilewatkannya hanyalah satu mode sinar saja. Sinar yang dapat dilewatkan hanyalah sinar dengan panjang gelombang 1310 atau 1550 nanometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Single mode dapat membawa data dengan bandwidth yang lebih besar dibandingkan dengan multi mode fiber optic, tetapi teknologi ini membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektral yang sangat kecil pula dan ini berarti sebuah sistem yang mahal. Single mode dapat membawa data dengan lebih cepat dan 50 kali lebih jauh dibandingkan dengan multi mode. Tetapi harga yang harus Anda keluarkan untuk penggunaannya juga lebih besar. Core yang digunakan lebih kecil dari multi mode dengan demikian gangguan-gangguan di dalamnya akibat distorsi dan overlapping pulsa sinar menjadi berkurang. Inilah yang menyebabkan single mode fiber optic menjadi lebih reliabel, stabil, cepat, dan jauh jangkauannya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tunasniagatama.blogspot.com/2010/01/mengenal-fiber-optic.html" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://maniz.co.cc/fiber-optic-caracteristic.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tunasniagatama.blogspot.com/2010/01/mengenal-fiber-optic.html" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="202" src="http://maniz.co.cc/fiber-optic-caracteristic2.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;2. Multi mode Fiber Optic&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan nama yang disandangnya, teknologi ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang diakibatkan dari banyaknya jumlah sinyal cahaya yang berada di dalam media fiber optic-nya. Sinar yang berada di dalamnya sudah pasti lebih dari satu buah. Dilihat dari faktor properti sistem transmisinya, multi mode fiber optic merupakan teknologi transmisi data melalui media serat optik dengan menggunakan beberapa buah indeks cahaya di dalamya. Cahaya yang dibawanya tersebut akan mengalami pemantulan berkali-kali hingga sampai di tujuan akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinyal cahaya dalam teknologi multi mode fiber optic dapat dihasilkan hingga 100 mode cahaya. Banyaknya mode yang dapat dihasilkan oleh teknologi ini bergantung dari besar kecilnya ukuran core fiber-nya dan sebuah parameter yang diberi nama Numerical Aperture (NA). Seiring dengan semakin besarnya ukuran core dan membesarnya NA, maka jumlah mode di dalam komunikasi ini juga bertambah.Dilihat dari faktor strukturalnya, teknologi multi mode ini merupakan teknologi fiber optic yang menggunakan ukuran core yang cukup besar dibandingkan dengan single mode. Ukuran core kabel multimode secara umum adalah berkisar antara 50 sampai dengan 100 mikrometer. Biasanya ukuran NA yang terdapat di dalam kabel multi mode pada umumnya adalah berkisar antara 0,20 hingga 0,29. Dengan ukuran yang besar dan NA yang tinggi, maka terciptalah teknologi fiber optic multi mode ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran core besar dan NA yang tinggi ini membawa beberapa keuntungan bagi penggunanya. Yang pertama, sinar informasi akan bergerak dengan lebih leluasa di dalam kabel fiber optic tersebut. Ukuran besar dan NA tinggi juga membuat para penggunanya mudah dalam melakukan penyambungan core-core tersebut jika perlu&amp;nbsp; disambung. Di dalam penyambungan atau yang lebih dikenal dengan istilah splicing, keakuratan dan ketepatan posisi antara kedua core yang ingin disambung menjadi hal yang tidak begitu kritis terhadap lajunya cahaya data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan lainnya, teknologi ini memungkinkan Anda untuk menggunakan LED sebagai sumber cahayanya, sedangkan single mode mengharuskan Anda menggunakan laser sebagai sumber cahayanya. Yang perlu diketahui, LED merupakan komponen yang cukup murah sehingga perangkat yang berperan sebagai sumber cahayanya juga berharga murah. LED tidak kompleks dalam penggunaan dan penanganan serta LED juga tahan&amp;nbsp; lebih lama dibandingkan laser. Jadi teknologi ini cukup berbeda jauh dari segi harga dibandingkan dengan single mode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, teknologi ini juga membawa ketidaknyamanan bagi penggunanya. Ketika jumlah dari mode tersebut bertambah, pengaruh dari efek Modal dispersion juga meningkat. Modal dispersion (intermodal dispersion) adalah sebuah efek di mana mode-mode cahaya yang berjumlah banyak tadi tiba di ujung penerimanya dengan waktu yang tidak sinkron satu dengan yang lainnya. Perbedaan waktu ini akan menyebabkan pulsa-pulsa cahaya menjadi tersebar penerimaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh yang ditimbulkan dari efek ini adalah bandwidth yang dicapai tidak dapat meningkat, sehingga komunikasi tersebut menjadi terbatas bandwidthnya. Para pembuat kabel fiber optic memodifikasi sedemikian rupa kabel yang dibuatnya sehingga bandwidth yang dihasilkan oleh Multi mode fiber optic ini menjadi paling maksimal.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5230586201763883359-6005995094840926970?l=tunasniagatama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5230586201763883359/posts/default/6005995094840926970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5230586201763883359/posts/default/6005995094840926970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunasniagatama.blogspot.com/2010/01/mengenal-fiber-optic.html' title='Mengenal Fiber Optic'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tpvgPZrkH1I/TL6zyclhoKI/AAAAAAAAAdw/WDPLH0RwYrc/S220/me.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5230586201763883359.post-2769261930383964467</id><published>2010-01-11T20:25:00.000-08:00</published><updated>2010-05-13T00:31:45.023-07:00</updated><title type='text'>Konstruksi Kabel Fiber Optic</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://maniz.co.cc/construction-fiber-optic.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="http://maniz.co.cc/construction-fiber-optic.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kabel fiber optic dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran sesuai dengan kebutuhannya. Seperti yang terjadi pada kabel coaxial, konstruksi pembentuknya memang ditujukan untuk mendukung pengaplikasiannya di berbagai situasi. Bahkan kabelnya pun pada umumnya memiliki penampakan yang sama dengan kabel coaxial. Pada gambar, Anda dapat melihat konstruksi yang membangun sebuah kabel fiber optic yang paling umum digunakan. Sangat banyak tersedia kabel-kabel dengan modifikasi tertentu yang akan menambah kekuatan dan reliabilitasnya, namun komponen-komponen berikut ini tetap ada di semua jenis kabel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Komponen utama dari kabel ini adalah sebuah serat yang terbuat dari kaca yang sering disebut dengan istilah core. Core merupakan inti dari kabel fiber optic ini di mana sinar informasi lalu-lalang. Material yang membentuk core ini adalah serat kaca atau serat plastik yang memiliki tingkat refractive index sekitar 1.5.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tunasniagatama.blogspot.com/2010/01/konstruksi-kabel-fiber-optic.html" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="202" src="http://maniz.co.cc/fiber-optic-caracteristic2.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Di bagian luar dari core, terdapat sebuah lapisan yang disebut dengan istilah cladding. Dari fungsinya, cladding dapat diartikan sebagai sebuah lapisan pelindung cahaya bagi core. Lapisan ini terbuat dari bahan optik juga sama seperti core, tetapi nilai refractive index yang dibawanya lebih rendah dari core fiber. Maka dari itu, lapisan ini dapat memantulkan cahaya kembali ke dalam core, sehingga cahaya dapat tetap merambat di dalam core tanpa gangguan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Lapisan setelah cladding adalah sebuah lapisan pelindung lainnya yang biasanya terbuat dari plastik. Lapisan ini biasa disebut buffer coating. Berbeda dengan cladding, lapisan ini melindungi fisik daripada core dan cladding. Lapisan ini dibuat untuk melindungi core dari kerusakan dan kelembapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://maniz.co.cc/aerial-fiber-optic-cable.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://maniz.co.cc/aerial-fiber-optic-cable.gif" width="268" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Di lapisan terluar terdapat sebuah pelindung lagi yang sering disebut dengan istilah jacket. Lapisan ini melindungi fisik dari lapisan-lapisan di bawahnya dari abrasi, guncangan hebat, kontaminasi, dan banyak lagi. Biasanya jacket terbuat dari satu atau dua lapis pelindung yang terbuat dari polymer. Jacket tidak memiliki bahan-bahan yang bersifat optis sehingga sinar di dalamnya tidak akan melewati lapisan ini sedikit pun.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5230586201763883359-2769261930383964467?l=tunasniagatama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5230586201763883359/posts/default/2769261930383964467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5230586201763883359/posts/default/2769261930383964467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunasniagatama.blogspot.com/2010/01/konstruksi-kabel-fiber-optic.html' title='Konstruksi Kabel Fiber Optic'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tpvgPZrkH1I/TL6zyclhoKI/AAAAAAAAAdw/WDPLH0RwYrc/S220/me.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5230586201763883359.post-1511346096882839289</id><published>2010-01-10T01:14:00.000-08:00</published><updated>2010-05-13T02:09:52.742-07:00</updated><title type='text'>Jenis-jenis Kabel Fiber Optic</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Desain kabel fiber optic cukup banyak tersedia untuk berbagai keperluan. Dua desain kabel yang paling umum digunakan adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;1. Loose Tube Cable&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kabel jenis ini biasanya didesain dalam bentuk modular di mana satu buah kabel terdapat 12 buah core fiber bahkan bisa mencapai lebih dari 200 core. Dalam desainnya, setiap core dilapisi oleh lapisan plastik yang diberi warna-warna berbeda. Fungsinya adalah sebagai penanda core-core di dalamnya agar mudah dikenali dan diatur. Selain itu, lapisan plastik ini juga berfungsi sebagai pelindung core fiber-nya. Yang menjadi ciri khas dari kabel ini adalah terdapatnya lapisan gel pada setiap lapisan kabelnya. Gel ini bertujuan untuk menahan rembesan air ke dalam core.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://maniz.co.cc/Fiber-Optic-Cable-Stranded-Loose-Tube.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://maniz.co.cc/Fiber-Optic-Cable-Stranded-Loose-Tube.jpg" width="312" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Di dalam kumpulan modul kabel tersebut, terdapat sebuah penyangga yang disebut Central Member yang letaknya tepat di tengah-tengah kumpulan kabel tersebut. Tujuannya adalah untuk mencegah agar kabel-kabel tersebut tidak terlalu tertekuk hingga patah sekali. Penyangganya bisa berupa plastik atau bahkan bahan dari besi baja. Terkadang kabel ini juga masih dilapisi lagi oleh jaket yang terbuat dari besi pada bagian luarnya sebelum dibungkus dengan jaket karet terluar. Semua itu tergantung pada kebutuhan dan penggunaannya. Biasanya kabel jenis ini sangat cocok untuk diinstal di area udara terbuka (Outdoor Cable) atau bahkan di duck yang tertanam di dalam tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;2. Tight-Buffered Cable&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kabel jenis ini tidak memiliki lapisan pelindung sebanyak kabel loose tube. Dalam desain kabel ini, material penyangga seperti plastik, besi, baja, dan banyak lagi, secara fisik langsung berhubungan dengan serat optiknya. Dengan kata lain, tidak banyak pernak pernik pelindung yang merepotkan penggunanya ketika pemasangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://maniz.co.cc/tightbuffered-fiber-optic-cable.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="http://maniz.co.cc/tightbuffered-fiber-optic-cable.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://maniz.co.cc/tight-buffered-fiber_optic-cable.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://maniz.co.cc/tight-buffered-fiber_optic-cable.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Desain kabel seperti ini sangat cocok untuk digunakan sebagai “jumper cable” yang menghubungkan antara kabel outdoor dengan terminasi-terminasi di dalam ruangan atau langsung ke perangkat jaringan penggunanya. Selain itu, kabel ini juga banyak digunakan untuk cabling di dalam ruangan (Indoor Cable) seperti menghubungkan antarperangkat jaringan, menghubungkan antar ruangan pada satu gedung, dan banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5230586201763883359-1511346096882839289?l=tunasniagatama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5230586201763883359/posts/default/1511346096882839289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5230586201763883359/posts/default/1511346096882839289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunasniagatama.blogspot.com/2010/01/jenis-jenis-kabel-fiber-optic.html' title='Jenis-jenis Kabel Fiber Optic'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tpvgPZrkH1I/TL6zyclhoKI/AAAAAAAAAdw/WDPLH0RwYrc/S220/me.jpg'/></author></entry></feed>
